Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
RENCANA IPO SAHAM

16 Korporasi Mengantre

Novita S. Simamora & Emanuel B. Caesario Jum'at, 17/03/2017 08:21 WIB
/Ilustrasi

JAKARTA — Bursa Efek Indonesia mencatat terdapat 16 emiten baru yang akan melantai di pasar modal pada paruh pertama tahun ini.

Kemarin, lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) kedatangan emiten baru yakni PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk. (PORT) dengan melepas 20,5% saham dengan target himpunan dana senilai Rp308,6 miliar. Setelah kehadiran PORT, kini 16 calon emiten tengah antri untuk melantai di BEI.

Direktur Penilaian PT Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat memprediksikan, ada 17 emiten yang melantai di BEI hingga semester I/2017. Dia memerinci telah ada 14 calon emiten yang masuk dalam pipeline dan tiga perusahaan sedang proses pengajuan ke BEI.

"Tiga perusahaan itu sudah komitmen dan segera memasukan rencana IPO ke BEI," ungkapnya, Kamis (16/3).

Dia mengungkapkan rerata calon emiten yang mau IPO akan menggunakan laporan keuangan September dan Oktober 2016. Adapun calon emiten itu, lanjut Samsul, ada dari grup konglomerasi korporasi dan mandiri.

Samsul menuturkan, kemarin pagi, telah ada Grup Hanson yang melakukan mini expose yakni PT Armidian Karyatama. Hingga saat ini, sambung Samsul, telah ada 10 perusahaan yang melakukan mini expose, untuk memuluskan rencana initial public offering (IPO).

Sebelumnya, BEI hanya mencatat ada sembilan calon emiten yang berencana listing pada semester I/2017.

Berdasarkan data BEI, lima calon emiten yang bersiap untuk go public pada semester I/2017 setelah PORT yakni PT Sariguna Primatirta, PT Terragera Asia Energy, PT Sanur Hasta Mitra, PT Cahaya Sakti Investindo, dan PT Pelayaran Tamarin Samudera.

Saat ini, ada juga PT Bintraco Dharma yang tengah melakukan penawaran umum perdana, melepas 10% saham dengan target himpunan dana segar hingga Rp345 miliar dan siap melantai di BEI pada 30 Maret 2017. Samsul mengungkapkan, pendatang baru BEI lainnya akan datang dari beberapa sektor yakni properti, energi, perdagangan eceran, dan barang-barang konsumsi.

OPTIMISTIS

BEI optimistis untuk mencapai target 35 emiten baru bakal tercapai pada tahun ini. Dia mengungkapkan, setengah dari target BEI bakal tercapai pada semester I/2017.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengungkapkan, telah ada 14 calon emiten yang masuk dalam pipeline BEI dan tengah menjalani proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, 14 calon emiten tersebut berasal dari sektor swasta.

Selain 14 calon emiten itu, sambung Tito, ada juga sembilan anak badan usaha milik negara (BUMN) yang siap melantai di pasar modal pada tahun ini. Namun, hingga kini belum ada satu pun anak usaha BUMN yang mengajukan rencana IPO ke BEI.

Sebagai informasi, pada 2016, BEI gagal mencapai target 20 emiten baru yang mencatatkan saham perdana di papan perdagangan bursa. Realisasinya hanya ada 14 emiten baru yang menggelar IPO dengan total penggalangan dana sebesar Rp12,07 triliun.

Pucuk pimpinan BEI mengungkapkan bahwa pasar modal Indonesia saat ini semakin likuid. BEI pun memproyeksikan total dana masuk dari investor institusi domestik ke pasar modal pada 2017 sebesar Rp212 triliun. Angka itu merupakan dana yang akan tersedia di pasar modal Indonesia.

Manajemen BEI menilai untuk menyerap dana senilai Rp212 triliun, diperlukan instrumen baru seperti saham-saham baru dan obligasi. Adapun aliran dana masuk itu akan berasal dari lembaga dana pensiun senilai Rp54 triliun, perusahaan asuransi Rp85 triliun, reksa dana senilai Rp18 triliun dan tax amnesty mencapai Rp55 triliun. 

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More