Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
INDUSTRI KERAMIK

Lyman Group Bangun Pabrik Baru

Demis Rizky Gosta Jum'at, 17/03/2017 08:18 WIB
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk

JAKARTA — Lyman Group, perusahaan produsen keramik dengan merek dagang Roman, menginvestasikan US$70 juta untuk mendirikan pabrik  keramik berukuran super besar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pabrik keramik ukuran ekstra besar itu menggunakan teknologi terkini untuk memproduksi keramik dengan ketipisan yang optimal dan menggambarkan pola dari teknologi pencetakan digital. “Tinggal tunggu nyolok gas dari PGN. Investasinya US$70 juta. Sudah merupakan state of the art technology. Kementerian Per industrian sangat mengapresiasi,” kata Menperin, usai pembuka an pameran Keramika 2017 di Jakarta Convention Center, Kamis (16/3).

Industri keramik merupakan salah satu industri manufaktur unggulan Indonesia karena sektor ini menggunakan konten dan tena ga kerja lokal. Pasar keramik di Tanah Air juga merupakan salah satu pasar dengan ukuran dan potensi pertumbuhan pa ling besar. Airlangga menyebutkan dalam  setahun terakhir utilisasi produksi industri keramik tinggal 65%. Utilisasi yang rendah membuat pro duksi keramik tegel lantai (fl oor tile) Indonesia cuma nomor tujuh paling besar sedunia, padahal kapasitas produksi terpasang nasional adalah nomor empat paling besar.

“Namun, saya yakin di level Asean saja industri ini masih mampu tumbuh. Konsumsi per kapita Indonesia baru 2 meter persegi dibandingkan Asean yang 3 meter persegi. Dengan se lesainya infrastruktur, pasti kebu tuhan semakin tinggi baik untuk pengembangan industri dan perumahan,” kata Menperin. 

KONSTRUKSI PABRIK
Sementara itu, Ketua Asosiasi Industri Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Elisa Sinaga mengatakan Lyman Group telah menyelesaikan konstruksi pabrik baru di  Tangerang, Banten. Keramik yang diproduksi berukur an ekstra luas atau super big slab dengan dimensi lebar hing ga 1,2 meter dan dimensi pan jang hingga 3,2 meter. Pada tahap awal,
Lyman berencana mem produksi 7.500 meter persegi keramik per hari atau sekitar 3 juta meter persegi keramik per tahun.

“Mereka memulai dengan mesin berteknologi terbaru, bahkan di dunia belum banyak yang memakai teknologi ini,” kata Elisa. Pabrik baru Lyman merupakan  salah satu cara produsen nasional menjaga pasar dalam negeri dari serbuan produk impor. Selama ini produk impor masih menguasai pa sar keramik berukuran besar di Tanah Air. Jumlah produk impor yang beredar di pasar bisa dua hingga tiga kali lipat dari kapasitas produksi.

Mayoritas keramik berukuran besar yang beredar di pasaran ada lah produk jenis homogenous, tegel yang dipanaskan pada temperatur lebih tinggi di bandingkan dengan keramik biasa. Proses itu menjadikan tegel homogeneous lebih tahan lem bab dan keras hingga bisa di gunakan di dalam dan luar ruangan.  Pengoperasian pabrik baru Lyman,
lanjut Elisa, meningkatkan kemampuan bersaing bagi industri domestik di pasar keramik berukuran besar.

Produksi keramik pada ukuran ekstra besar juga memberikan produsen kemampuan mencetak keramik dengan bentuk dan motif lebih beragam dari marble dengan harga yang jauh lebih murah. Elisa menambahkan tantangan yang akan dihadapi oleh industri keramik nasional dalam waktu dekat adalah perubahan tarif bea masuk keramik asal China dari 20% menjadi 0% pada 2018 

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More