Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
PERGERAKAN INDEKS

IHSG Cetak Rekor Baru

Ana Noviani, Hafiyyan, & Novita Sari Simamora Sabtu, 18/03/2017 07:20 WIB

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah 5.540,432 pada penutupan perdagangan Jumat (17/3).

Capaian rekor baru tersebut mencerminkan besarnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio mengatakan tenaga IHSG di dukung oleh sinyal-sinyal positif baik dari internal maupun eksternal.

Sinyal tersebut antara lain kenaikan Fed Fund Rate sebesar 25 basis poin yang sesuai dengan ekspektasi pasar, laju pertumbuhan ekonomi yang membaik, dan capaian penerimaan pajak yang sesuai dengan target.

“Kuncinya, menurut saya, penghasilan 74 emiten yang sudah menyampaikan laporan keuangan 2016, comprehensive income-nya naik 29%. Itu baru 74 emiten, masih banyak yang akan menyusul dari total 535 emiten di bursa,” ujar Tito ke pada Bisnis, Jumat (17/3).

Tito menambahkan investor asing yang sempat ambil untung dan keluar dari pasar saham Indonesia pada periode November 2016 hingga Februari 2017, kini mulai masuk. Aliran dana asing bergeser menuju saham lapis utama alias bluechips.

“Yang menarik, asing beli saham-saham yang harganya tinggi, bluechips, dan mereka itu pasti akan tahan jangka panjang.”

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat mengatakan keputusan The Fed untuk mengerek suku bunga acuan memicu euforia investasi tidak hanya di pasar modal Amerika Serikat dan global, tetapi juga di Tanah Air.

Kepercayaan pasar meningkat, terutama dari investor asing. Ada ekspektasi terhadap kemungkinan membaiknya performance emiten kita yang hingga akhir bulan ini menerbitkan laporan keuangan 2016.”

Hal senada juga diungkapkan analis PT Asjaya Indosurya Securities William Sur ya Wijaya.

“Pasar mendapatkan kepastian dari hasil rapat The Fed ini. Capital inflow juga meningkat.”

Rekor tertinggi IHSG terbentuk dari tren bullish dalam 2 hari terakhir.

Pada perdagangan Kamis (16/3), IHSG menanjak 1,58% atau 85,86 poin ke level 5.518,24 dengan nilai transaksi sebesar Rp8,63 triliun.

Pada Jumat (17/3), IHSG kembali naik tipis 0,4% atau 22,19 poin dan ditutup pada level 5.540,432 atau melampaui rekor tertinggi sepanjang sejarah pada level 5.523,29 yang terbentuk pada 7 April 2015.

Total nilai transaksi di pasar saham men capai Rp12,7 triliun dan mencetak return 4,6% secara year to date.

Kemarin, investor asing membukukan capaian aksi beli bersih senilai Rp2,49 triliun. Capaian itu membuat perolehan net buy sepanjang 2017 menebal menjadi Rp4,28 triliun atau US$320,96 miliar.

Net buy asing pada perdagangan Jumat itu juga merupakan yang tertinggi sejak 10 Agustus 2016. Tiga saham yang paling banyak ditransaksikan oleh investor asing, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk., dan PT HM Sampoerna Tbk.

Harry Su, Kepala Riset PT Bahana Secu rities, menambahkan kenaikan IHSG ke rekor tertinggi merupakan antisipasi pasar terhadap kemungkinan disematkannya peringkat investment grade dari S&P.

IHSG, menurutnya, berada dalam tren bullish, setidaknya sampai pemilihan kepala daerah pada 19 April 2017.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengungkapkan aksi korporasi menebar dividen juga menjadi daya tarik investor asing untuk ‘berbelanja’ saham, setelah berkurangnya kepastian dari The Fed menaikkan suku bunga acuan.

“Bulan-bulan sekarang ada event bagibagi dividen. Ini yang membuat indeks akan tetap di atas. Kalau laporan kuartal I/2017 nanti juga bagus, bisa saja indeks tetap bagus hingga April.”

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More