Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
INFRASTRUKTUR KETENAGALISTRIKAN

PLN Teken Kontrak Rp21,1 Triliun

Annisa Lestari Ciptaningtyas Sabtu, 18/03/2017 11:08 WIB
Direktur Utama PLN Sofyan Basir (ketiga kanan) menyaksikan penandatanganan kontrak yang dilakukan oleh perwakilan perusahaan untuk pembangunan proyek 35.000 MW di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (17/3).

JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) segera memulai konstruksi infrastruktur ketenagalistrikan senilai Rp21,1 triliun yang termasuk dalam megaproyek 35.000 megawatt (MW).

Infrastruktur yang akan dibangun adalah 10 pembangkit listrik dengan total kapasitas 1.825,5 MW, serta enam proyek transmisi yang bertegangan 500 kilovolt (kV).

Hal ini ditandai dengan ditekennya kontrak paket rekayasa pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) untuk empat proyek pembangkit listrik dengan kapasitas 927,5 MW serta enam surat surat penunjukkan (letter of intent) untuk enam pembangkit dengan kapasitas 898 MW.

Penandatangan tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basir dengan para pimpinan kontraktor di Kantor Pusat PLN, Jumat (17/3).

Penandatanganan ini disaksikan oleh Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung Adi Toegarisman. Nilai keseluruhan proyek pembangkit yang ditandatangi ditaksir mencapai Rp13 triliun ditambah biaya perawatan jangka panjang senilai Rp6 triliun.

 

Selain proyek pembangkit, dalam kesempatan tersebut juga diteken kontrak EPC untuk enam proyek jaringan transmisi dengan tegangan 500 kilovolt (kV) dengan nilai investasi sebesar Rp2,1 triliun.

Sofyan menjelaskan pembangunan infrastruktur ini merupakan realisasi pemerintah untuk menyediakan listrik dengan kapasitas 35.000 MW dalam kurun waktu 2014-2019.

“Hal tersebut dalam rangka memenuhi kekurangan pasokan daya, menggantikan pembangkit BBM eksisting yang tidak efisien, menaikkan rasio elektrifikasi di daerah yang elektrifikasinya masih tertinggal dan meningkatkan kemampuan pasokan daya untuk daerah perbatasan serta pulau terluar,” ujarnya.

Dijelaskan Sofyan, proyek-proyek tersebut merupakan proyek strategis yang memasok listrik ke pusat beban di wilayah setempat.

Sementara itu, MPP dibangun dengan tujuan mendukung pemerataan akses listrik di wilayah Indonesia Timur. Pembangkit paket ini memiliki teknologi dual fuel. Artinya, sebelum gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) tersedia, pembangkit bisa menggunakan diesel.

“Selain menjawab kebutuhan listrik, kita dapat mengurangi penggunaan pembangkit dengan bahan bakar minyak,” jelas Sofyan.

Pengadaan PLTD tersebar bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar. Hal ini sangat diperlukan, karena tidak ada alternatif lain yang sesuai kecuali PLTD berbahan bakar minyak.

Rencananya pada 2019, 90% pulau terluar berpenghuni sudah dialiri listrik PLN. Selain itu, 694 desa dan 137 kecamatan di pulau terluar, pulau terpencil, dan perbatasan juga sudah berlistrik pada 2019. Adi Toegarisman menjelaskan pihaknya siap mengawal dan mengamankan proyek strategis nasional ini.

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More