Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
SUMBER PENDANAAN

Emiten Pelat Merah SiapkanObligasi Rp37 Triliun

Yodie Hardiyan Senin, 20/03/2017 07:47 WIB

JAKARTA — Sebanyak lima emiten pelat merah tengah merancang penawaran obligasi berkelanjutan dengan total nilai Rp37 triliun pada tahun ini sebagai salah satu sumber pendanaan untuk mendukung kegiatan usaha mereka.

Emiten badan usaha milik negara itu adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk., yang berencana merancang penawaran umum berkelanjutan (PUB) senilai Rp10 triliun dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dengan nilai Rp10 triliun

Adapun, emiten lainnya ialah PT Adhi Karya (Persero) Tbk., Rp5 triliun, PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Rp7 triliun dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., senilai Rp5 triliun.

Dalam PUB tersebut, sejumlah perusahaan tidak menerbitkan obligasi dengan nilai maksimal atau paling besar yang dapat diterbitkan, melainkan sebagian atau sesuai kebutuhan masing-masing BUMN pada tahun ini.

Direktur Keuangan Wijaya Karya Antonius Kosasih mengatakan sumber pendanaan perseroan tidak hanya mengandalkan pinjaman perbankan. “Kami berharap dapat menerbitkan obligasi semester II ini,” katanya di Jakarta, akhir pekan lalu.

Belum lama ini Wijaya Karya mendapatkan pinjaman dana senilai Rp5 triliun dari berbagai bank dari dalam dan luar negeri.  “Kami juga akan bekerja sama dengan bank-bank BUMN untuk pembiayaan modal kerja kami,” kata Antonius.

Secara terpisah, Direktur Utama Waskita Karya M.Choliq mengatakan pihaknya berencana melakukan emisi Rp5 triliun-Rp6 triliun pada tahun ini, atau separuh dari rencana PUB Rp10 triliun.

Emiten berkode saham WSKT itu sebenarnya masih memiliki hak untuk menerbitkan obligasi senilai Rp440 miliar, sebagai hasil dari sisa PUB obligasi dengan target dana total Rp5 triliun pada 2016. Dari jumlah itu, perusahaan telah menerbitkan obligasi Rp4,56 triliun.

“Tetapi tidak kami lanjutkan. Kuartal II ini kami akan mengajukan PUB baru skalanya Rp10 triliun, tetapi dalam proses,” kata Choliq, akhir pekan lalu.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan pihaknya masih mengkaji dua rencana pendanaan perseroan yakni penyelenggaraan sekuritisasi aset dan penerbitan obligasi pada tahun ini.

Desi belum dapat memastikan aksi korporasi mana yang akan dilakukan oleh perusahaan terlebih dulu, apakah penyelenggaraan sekuritisasi aset atau penerbitan obligasi. “Masih kami kaji sekarang,” katanya pekan lalu.

Sementara itu, manajemen Semen Indonesia juga menyatakan berencana untuk merealisasikan penerbitan surat utang pada tahun ini.

Pada 2016, total liabilitas emiten berkode saham SMGR itu mencapai Rp13,65 triliun atau meningkat 27,5% dibandingkan dengan Rp10,71 triliun pada 2015. Liabilitas jangka panjang, yang mencerminkan dukungan pendanaan pihak ketiga juga meningkat.

“Nilai liabilitas jangka panjang ini akan terus meningkat pada 2017 dan ke depan, mengingat perseroan akan semakin meningkatkan upaya penggalangan dana jangka panjang baik dalam rangka mendukung investasi, maupun dalam rangka refinancing liabilitas yang akan jatuh tempo,” papar manajemen dalam laporan tahunannya.

Dalam laporan tahunan itu perusahaan tidak menyebutkan nilai obligasi yang akan diterbitkan. Namun, pada tahun lalu, manajemen perusahaan menyatakan Semen Indonesia akan menerbitkan obligasi senilai Rp5 triliun.

Sepanjang tahun ini, baru dua emiten pelat merah yang telah menerbitkan surat utang. Mereka antara lain Waskita Karya yang menerbitkan obligasi senilai Rp1,66 triliun dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., senilai Rp3 triliun.

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More