Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
RETURN INVESTASI

Reksa Dana Saham Mulai Bergairah

Ana Noviani Senin, 20/03/2017 07:35 WIB
Investor mendapat penjelasan produk reksa dana yang digelar dalam pesta reksa dana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Sabtu (27/01/2016).

JAKARTA — Return reksa dana saham mulai terdongkrak seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menembus level tertinggi sepanjang sejarah ke level 5.540,43 pada akhir perdagangan Jumat (17/3).

Berdasarkan data Infovesta Utama, indeks reksa dana saham hanya tumbuh 0,26% pada Januari dan -0,16% pada Februari 2017. Kinerja tersebut membuat reksa dana saham menjadi jenis reksa dana dengan kinerja terburuk sepanjang 2 bulan pertama tahun ini, yakni dengan rerata return sebesar 0,11%.

Namun, sepanjang Maret 2017, kinerja reksa dana saham bergerak agresif seiring dengan tren bullish di lantai bursa. Salah satunya tercermin dari kenaikan indeks reksa dana saham 1,6% sejak 1 Maret-17 Maret 2017.

Return tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan rerata produk reksa dana campuran dan reksa dana pendapatan tetap yang sepanjang bulan ini mencetak kenaikan indeks sebesar 1,12%.

Direktur Avrist Asset Management Hanif Mantiq mengatakan, pasar saham dalam tren positif, tetapi berpotensi mengalami konsolidasi untuk merespons kebijakan The Fed dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Target kami IHSG 5.800 ada potensi upside sekitar 10% untuk pasar saham," ujar Hanif kepada Bisnis, Jumat (19/3).

Untuk memanfaatkan bullish di pasar saham, Avrist AM membidik saham-saham emiten blue chip untuk dikoleksi. Adapun sektor yang dipilih, antara lain konsumer, telekomunikasi, dan pertambangan.

"Kami netral di keuangan, kurangi sektor properti dan semen. Lebih defensif, tetapi cari yang memberikan dividen tinggi," paparnya.

Pada akhir bulan lalu, Avrist AM mengantongi total dana kelolaan reksa dana denominasi rupiah sebesar Rp862,79 miliar atau naik 7,91% dari posisi akhir 2016 yang tercatat sebesar Rp799,54 miliar.

Direktur Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo menuturkan, IHSG berpotensi membukukan pertumbuhan 17,6% pada 2017. Faktor pendorongnya, antara lain membaiknya pendapatan emiten dan laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang diharapkan lebih tinggi dibandingkan dengan capaian 2016 yang tercatat sebesar 5,02%.

“Faktor dari luar negeri masih jadi risiko, seperti masih ada ketidakpastian mengenai arah kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, rencana kenaikan tingkat suku bunga di AS, dan berbagai pemilihan umum di Eropa,” kata Soni.

Pada Rabu (15/3),  Federal Open Market Committee menaikkan tingkat suku bunga Fed Fund Rate 25 basis poin menjadi 0,75%-1%. Keputusan itu sesuai dengan ekspektasi pasar sehingga justru berdampak positif terhadap pasar saham Indonesia.

Pada perdagangan Kamis (16/3), IHSG menanjak 1,58% atau 85,86 poin ke level 5.518,24 dengan nilai transaksi sebesar Rp8,63 triliun. Lantas pada Jumat (17/3), IHSG kembali naik tipis 0,4% atau 22,19 poin dan ditutup pada level 5.540,432 atau melampaui rekor tertinggi sebelumnya, yakni 5.523,29.

"Imbal hasil reksa dana saham minus sepanjang Februari 2017, akan tetapi kinerja reksa dana saham berpotensi terus menguat hingga akhir tahun ini. Sebaliknya, kinerja reksa dana campuran berpotensi melemah," ujarnya.

Adapun reksa dana pendapatan tetap diperkirakan membukukan kenaikan 8%-10% pada tahun ini. Pasalnya, pasar obligasi memiliki katalis positif karena diperkirakan permintaan obligasi masih terus menanjak.

Direktur Utama Victoria Manajemen Investasi Juntrihary M. Fairly menambahkan, pada semester pertama secara historis market masih bergerak positif mengantisipasi earning season dan pembagian dividen. Dalam jangka menengah dan panjang, lanjutnya, program akselerasi pembangunan infrastruktur mulai menunjukkan hasil dan berpotensi mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi. 

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More