Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Maret 2017
TREN BUNGA TURUN

Bank Pacu Pendapatan Komisi

Ropesta Sitorus Senin, 20/03/2017 10:52 WIB
Bank BTN

JAKARTA - Perbankan berupaya menaikkan pendapatan berbasis komisi atau fee based income untuk menjaga momentum pertumbuhan laba sebagai kompensasi dari ancaman penurunan suku bunga.

PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BTN) pada tahun ini menargetkan pendapatan komisi tumbuh sampai dua digit.

Direktur Keuangan dan Treasuri BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan, pendapatan di luar bunga mayoritas disumbang oleh komisi biaya administrasi.

“Tahun lalu pertumbuhannya sekitar 13%. Tahun ini target kami lebih besar, harusnya di atas 25% sampai 30%,” katanya, pekan lalu.

Dia optimistis target tersebut dapat terealisasi seiring dengan agresivitas ekspansi bank spesialis kredit pemilikan rumah tersebut pada tahun ini.

BTN menetapkan peta jalan (pilot project) pengembangan usaha sampai 2020 dengan mengarahkan layanan pada digital banking.

Dalam dua tahun ke depan, BTN akan menambah sekitar 60 smart branch di berbagai daerah seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan. Investasi yang disiapkan untuk pengembangan tersebut mencapai Rp53 miliar.

Penerapan layanan perbankan digital tersebut diharapkan mampu mengakselerasi kinerja bisnis perseroan, termasuk memacu pendapatan di luar bunga.

Sepanjang tahun 2016 lalu, emiten berkode saham BBTN itu membukukan fee based income sebesar Rp655,6 miliar, naik 10% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp595,9 miliar.

Selain itu, pendapatan operasional selain bunga BTN mencakup peningkatan nilai wajar aset keuangan surat berharga sebesar Rp9,95 miliar, keuntungan penjualan aset keuangan surat berharga Rp272,5 miliar, pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar Rp98 juta dan pendapatan lainnya Rp346,6 miliar.

“Digital banking kami sudah mulai bagus pada tahun ini. Kalau itu berhasil dipasarkan dengan sangat baik, ya kami bisa harapkan dari situ,” katanya.

Adapun, seiring dengan target pertumbuhan kredit yang dipatok 20%, pendapatan bunga bersih BTN pada tahun ini juga diharapkan dapat tumbuh sampai 20% dari realisasi tahun lalu yang berjumlah Rp8,25 triliun.

PT Maybank Indonesia juga mengharapkan pendapatan komisi dapat kembali bertumbuh pada tahun ini setelah sempat tercatat menurun sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan komisi/fee dan administrasi Maybank sempat terkoreksi 3,24% dari Rp1,295 triliun pada 2015 menjadi Rp1,253 triliun pada akhir tahun lalu.

Direktur of Global Banking PT Maybank Indonesia Eri Budiono mengatakan kontribusi pendapatan fee dan administrasi didapatkan dari kegiatan transaksi.

“Pokoknya pada tahun ini dan ke depan kami akan fokus pada penambahan fee based income, strateginya dengan lebih aktif mendapatkan trade dan cash yang merupakan kontributor utama,” katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Guna mewujudkan itu, Maybank akan mengaktifkan semua lini bisnis, termasuk penambahan layanan payroll, serta dari sisi global market dan treasuri. “Kalau banyak klien melakukan transaksi efek itu kan juga menambah fee based income kami,” tuturnya.

Secara khusus, segmen korporasi diharapkan dapat menyumbang pendapatan komisi hingga 35%, tumbuh 6% dari posisi saat ini yang berkisar 29%.

Adapun data Statistik Perbankan Indonesia menunjukkan pendapatan operasional selain bunga untuk kelompok bank umum terus bertumbuh setiap tahunnya.

Realisasi pada akhir tahun lalu, pendapatan operasional selain bunga mencapai Rp249,69 triliun, sedangkan beban operasional selain bunga mencapai Rp456,24 triliun.

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • Keberhasilan Tuban Diterapkan di Rembang

    Minggu, 26 Maret 2017 - 11:34 WIB

    Gersang, tandus, miskin, dan sarang tindak kriminal melekat erat kepada Desa Kerek, Tuban, Jawa Timur pada 1960-an. Namun, kini desa yang merupakan salah satu bagian dari areal pabrik Semen Gresik di Tuban berubah menjadi lebih baik setelah hadirnya sejumlah pabrik di sana pada awal 1990.

  • China Awasi Ketat Utang Daerah

    Minggu, 26 Maret 2017 - 11:13 WIB

    Kendati risiko utang China masih terkendali, pemerintah daerah harus memastikan bahwa peningkatan belanja utang mereka pada tahun ini tak melebihi batas yang ditetapkan.

  • Saatnya Masyarakat Diberdayakan

    Minggu, 26 Maret 2017 - 10:56 WIB

    Setelah menunggu 57 tahun, pemerintah segera mengeksekusi redistribusi lahan kepada warga yang membutuhkan, terutama kelompok petani.

  • Depresi Orangtua Bisa Mencederai Anak?

    Minggu, 26 Maret 2017 - 04:20 WIB

    Api, tempat ketinggian, dan bendabenda tajam seringkali malah mengundang rasa penasaran anakanak. Tanpa adanya pengawasan orang dewasa, anak-anak sering mengalami cedera akibat hal-hal tersebut.

  • Blackberry Aurora Pertama dari Indonesia

    Minggu, 26 Maret 2017 - 04:07 WIB

    BlackBerry Aurora merupakan produk pertama PT BB Merah Putih, buah kerja sama PT Tiphone dengan Blackberry Inc. Saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba BlackBerry Aurora selama beberapa waktu.

Load More