Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
STRATEGI PT SEMEN INDONESIA

Pabrik Beroperasi April

Demis Rizky Gosta Senin, 20/03/2017 08:37 WIB

JAKARTA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk justru kekurangan kapasitas di saat pasar nasional oversupply. Pengoperasian pabrik di Rembang memungkinkan BUMN tersebut dapat berproduksi sesuai permintaan. Corporate Secretary PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) Agung Wiharto mengatakan saat ini pabrik-pabrik Semen Indonesia di Tuban, Jawa Timur berproduksi pada kapasitas penuh.

Penjualan Semen Indonesia pada 2016 mencapai 13,92 juta ton dari kapasitas produksi Tuban yang sebesar 14 juta ton. “Tahun lalu, kami menjual hampir sama dengan kapasitas produksi terpasang. Artinya utilisasi di Tuban sudah hampir penuh,” kata Agung kepada Bisnis, Minggu (19/3). Utilisasi produksi di Tuban adalah  alasan Semen Indonesia membutuhkan tambahan produksi dari pabrik baru di Rembang, Jawa Tengah di saat pasar semen nasional kelebihan pasokan.

Pasokan dari Rembang meningkatkan kemampuan produksi dan distribusi Semen Indonesia dalam memenuhi permintaan semen dari pasar di Jawa Tengah, Jawa Barat,
dan Banten. Agung mengatakan saat ini pabrik semen berkapasitas 3 juta ton di Rembang ada dalam tahap uji coba. Pabrik tersebut menggiling bahan baku yang dipasok dari Tuban. Dia memperkirakan pabrik mulai berproduksi komersial paling cepat pada April 2017 atau lebih lambat  2 bulan dari rencana awal pada Februari 2017 dengan target produksi 1,7 juta ton.

“Kami masih belum tahu apakah nanti menggunakan bahan baku lokal atau masih dipasok dari Tuban. Saat pertama didirikan kami rencanakan mulai produksi Februari. Rencananya sekarang baru bisa berproduksi April nanti,” kata Agung. Pabrik SMGR di Rembang yang  menelan investasi Rp4,97 triliun sebetulnya telah rampung sejak akhir
2016. Namun, pengoperasian pabrik terganjal oleh putusan Mahkamah Agung atas peninjauan kembali terhadapputusan PTUN No. 99/2016 soal  perintah pencabutan izin lingkungan penambangan PT Semen Indonesia di Rembang.

MA mengharuskan Provinsi Jawa Tengah memerintahkan SMGR untuk menyempurnakan dokumen adendum Amdal dan Rencana Pengelolaan Ling kungan/Rencana  Pemantauan Ling kungan. Semen Indonesia menghentikan operasi uji coba pabrik di Rembang setelah putusan MA. Proses uji coba  baru dilanjutkan akhir Februari setelah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 660.1/6 Tahun 2017. Sementara itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan
penambahan kapasitas produksi semen membantu program pemerataan pembangunan dan kesejahteraan.

“Kepastian investasi pembangunan industri strategis seperti pabrik semen perlu dijaga keberlanjutannya karena membawa efek berganda, antara lain penyerapan tenaga kerja dan penumbuhan industri kecil berbasis semen yang bisa dikembangkan untuk masyarakat Rembang dan sekitarnya,” kata Airlangga dalam siaran pers. Saat ini ada 16 perusahaan industri semen terintegrasi yang memiliki fasilitas penggilingan dan tiga perusahaan yang belum memiliki fasilitas produksi klinker.

Kapasitas produksi semen secara nasional pada 2016 mencapai 95,5 juta ton dan diperkirakan akan mencapai 102,1 juta ton pada 2017. Konsumsi semen nasional sepanjang
2016 mencapai 62 juta dengan volume ekspor sekitar 1,5 juta ton.

KEPEMILIKAN SAHAM

Pada kesempatan terpisah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan pada pemerintah pusat agar  masyarakat di sekitar pabrik semen di Kabupaten Rembang dapat memiliki saham Semen Indonesia minimal sebesar 5%.  Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, jika langkah itu ditem puh pabrik semen pelat merah di Rembang itu diharapkan dapat me nyejahterakan masyarakat sekitar karena dividen bisa digunakan membangun  desa di kawasan tersebut.

“Saya ingin kesejahteraannya bukan hanya lewat CSR dan serapan tenaga kerja saja tetapi menjadi share holder. Mekanismenya bagaimana, silakan  dibicarakan,” katanya akhir pekan lalu. Aksi penolakan terhadap pendirian pabrik Semen Indonesia di Rembang masih terjadi. Protes misalnya dilakukan  para petani Pegunungan Kendeng yang memasung kaki mereka dengan semen di depan Istana Merdeka pada pekan lalu.

Ketua Umum Dewan Pengurus Nasio nal Gerbang Tani Idham Arsyad, se perti dikutip Antara, meminta pemerintah memenuhi tuntutan petani Kendeng yang menolak pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah.     

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More