Navigasi Bisnis Terpercaya

Minggu 26 Maret 2017
PASAR MOBIL

Ekspor ke Vietnam Terus Menanjak

Tegar Arief Senin, 20/03/2017 09:30 WIB

JAKARTA — Kinerja ekspor kendaraan secara utuh atau completely built up ke Vietnam selama 2 bulan pertama tahun ini naik 19% menjadi US$53,5 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari data yang dirilis Kedutaan Besar Republik Indonesia di Hanoi, Indonesia tercatat sebagai salah  satu eksportir kendaraan terbesar ke Vietnam, melampaui Korea Selatan, salah satu produsen mobil terbesar di Asia.

“Semakin banyak produk yang dirakit di Indonesia tentu akan membuka kenaikan potensi dan capaian ekspor,” kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan  Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto kepada Bisnis, akhir pekan lalu.  Secara volume, total kendaraan yang didistribusikan ke Vietnam selama Januari—Februari tahun ini mencapai 3.108 unit. Angka tersebut hampir setara dengan total volume ekspor ke Vietnam sepanjang tahun lalu sebanyak  3.884 unit.

Capaian pada 2 bulan pertama tahun ini mampu mengungguli Korea Selatan yang hanya mengekspor sebanyak 2.045 unit. Indonesia hanya kalah dari Thailand yang sepanjang 2 bulan pertama tahun ini mencatatkan volume ekspor  ke Vietnam sebanyak 5.714 unit. KBRI mencatat, ada dua faktor yang mengerek laju ekspor  kendaraan rakitan Tanah Air ke
Vietnam. Pertama, penurunan bea masuk dari negara-negara Asean, yang mengacu pada Asean Trade  in Goods Agreement (ATIGA). Berdasarkan kesepakatan tersebut, tahun ini tarif pajak impor mobil completely built up (CBU) dari negara-negara anggota Asean turun dari sebelumnya 40% menjadi 30%.

Tarif pajak tersebut akan dihilangkan menjadi 0% pada tahun depan. Terpangkasnya pajak itu dinilai efektif mengerek permintaan kendaraan dari Vietnam. “Indikasinya bisa dilihat dari hasil ekspor. Kalau naik berarti permintaannya meningkat cukup besar,” imbuh Jongkie.  Kedua, adalah peluncuran produk di segmen sport utility vehicle (SUV) hasil produksi Toyota Indonesia, Fortuner. Sejak dipasarkan pada Januari lalu, total penjualan Fortuner di negara tersebut mencapai 2.140 unit.

PENURUNAN IMPOR
Lian Estiawan, GM Production Control Division PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, pabrikan Fortuner, menambahkan pihaknya memang telah memasukkan  sejumlah produk di Vietnam. Khu sus untuk Fortuner, Toyota mengekspor secara CBU sejak tahun ini.  “Tahun ini ekspor CBU Fortuner ke Vietnam. Ini bagus karena dapat membuka pintu atau potensi lain.” Secara total, kinerja ekspor kendaraan roda empat dan lebih pada awal tahun ini cukup menggembirakan. Dari catatan Gaikindo, ekspor CBU pada Januari lalu sebanyak 15.613 unit, naik sekitar 46,87% dibandingkan dengan capaian pada bulan yang sama tahun lalu yang hanya sebanyak 10.630 unit.

Secara total, kinerja ekspor kendaraan roda empat dan lebih pada awal tahun ini cukup menggembirakan. Dari catatan Gaikindo, ekspor CBU pada Januari lalu sebanyak 15.613 unit, naik sekitar 46,87% dibandingkan dengan capaian pada bulan yang sama tahun lalu sebanyak 10.630 unit. Tren peningkatan ekspor itu diimbangi dengan penurunan laju importasi kendaraan. Pada Januari lalu, impor CBU hanya sebanyak 3.210 unit.

Angka tersebut turun sekitar 62,60% dibandingkan dengan volume impor pada bulan yang sama tahun lalu yakni sebanyak 5.127 unit. Penurunan impor kendaraan secara utuh ini merupakan dampak dari terus berkembangnya industri kendaraan bermotor di dalam negeri.

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • Keberhasilan Tuban Diterapkan di Rembang

    Minggu, 26 Maret 2017 - 11:34 WIB

    Gersang, tandus, miskin, dan sarang tindak kriminal melekat erat kepada Desa Kerek, Tuban, Jawa Timur pada 1960-an. Namun, kini desa yang merupakan salah satu bagian dari areal pabrik Semen Gresik di Tuban berubah menjadi lebih baik setelah hadirnya sejumlah pabrik di sana pada awal 1990.

  • China Awasi Ketat Utang Daerah

    Minggu, 26 Maret 2017 - 11:13 WIB

    Kendati risiko utang China masih terkendali, pemerintah daerah harus memastikan bahwa peningkatan belanja utang mereka pada tahun ini tak melebihi batas yang ditetapkan.

  • Saatnya Masyarakat Diberdayakan

    Minggu, 26 Maret 2017 - 10:56 WIB

    Setelah menunggu 57 tahun, pemerintah segera mengeksekusi redistribusi lahan kepada warga yang membutuhkan, terutama kelompok petani.

  • Depresi Orangtua Bisa Mencederai Anak?

    Minggu, 26 Maret 2017 - 04:20 WIB

    Api, tempat ketinggian, dan bendabenda tajam seringkali malah mengundang rasa penasaran anakanak. Tanpa adanya pengawasan orang dewasa, anak-anak sering mengalami cedera akibat hal-hal tersebut.

  • Blackberry Aurora Pertama dari Indonesia

    Minggu, 26 Maret 2017 - 04:07 WIB

    BlackBerry Aurora merupakan produk pertama PT BB Merah Putih, buah kerja sama PT Tiphone dengan Blackberry Inc. Saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba BlackBerry Aurora selama beberapa waktu.

Load More