Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 30 Maret 2017
BAJA JENIS LONG PRODUCT

Pasar RI Terpengaruh

Demis Rizky Gosta Selasa, 21/03/2017 08:32 WIB
Baja ringan

JAKARTA — Pelonjakan produksi baja China menahan laju kenaikan harga baja jenis long product di Indonesia Data Worldsteel Association menunjukkan produksi baja dunia
naik 7% dari 127,56 juta ton pada Januari 2016 menjadi 136,51 juta ton pada Januari 2017.

Laju kenaikan produksi baja pada Januari lebih tajam dibandingkan dengan kenaikan produksi baja sepanjang 2016 yang cuma 0,8%. Peningkatan yang lebih tajam juga terjadi pada volume produksi baja China. Produsen baja di Negeri Panda memproduksi 67,2 juta ton baja pada Januari 2017 atau lebih tinggi 7,43% dibandingkan dengan produksi 62,56 juta ton baja pada Januari 2016. Produksi baja China cuma naik 1,2% sepanjang 2016.

Wakil Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) Dadang Danusiri mengatakan per gerakan produksi baja global paling berpengaruh terhadap pasar produk baja kategori long product. Dia menjelaskan mayoritas pabrik baja di dunia, termasuk di Indonesia, memproduksi baja kategori long product. Sekitar 90% dari bahan baku pabrik baja profi l dan tulangan di Tanah Air adalah billet yang diimpor dari China.

“Harga billet ini tergantung dengan harga baja di China. Di Indonesia juga terpengaruh oleh pemain-pemain kecil yang memproduksi baja dari scrap,” kata Dadang kepada bisnis, Senin (20/3). Dadang mengungkapkan harga baja kategori long product saat ini sekitar 15% tinggi lebih tinggi dibandingkan harga Maret tahun lalu. Harga baja, jelasnya, bergerak naik seiring dengan kenaikan permintaan dan biaya produksi.

Biaya produksi baja bergerak naik didorong kenaikan harga bijih besi, batu bara kokas (coking coal), dan energi. Dia mengatakan kenaikan harga baja ka tegori long product lebih landai dibandingkan dengan kenaikan harga baja ka tegori fl at product yang saat ini sudah lebih mahal 30% dibandingkan dengan tahun lalu. Laju kenaikan harga berbeda karena hanya sedikit produsen global yang mem produksi baja kategori fl at product.

Di Indonesia, cuma ada lima produsen yang menghasilkan baja jenis tersebut. “Flat product ini pasokannya terbatas, secara global maupun di Indonesia. Ke naikannya lebih tajam dibandingkan ka tegori long product,” kata Dadang.

LANGGAR KOMITMEN

Ketua IISIA Hidayat Triseputro menga takan kenaikan produksi China pada awal 2017 bertentangan dengan komitmen negara tersebut untuk mengurangi volume produksi.
Dia menjelaskan kenaikan harga baja dalam beberapa bulan terakhir adalah buah dari kebijakan China yang membatasi ekspor baja, terutama produk baja setengah jadi.

“Sehingga harga baja naik cukup signifi kan. Itu yang kami harapkan karena harga sebelumnya sangat tidak normal atau unfair price,” katanya. Dia mengatakan permasalahan
tersebut akan dibicarakan akhir bulan ini dalam pertemuan antara Asosiasi Industri Besi dan Baja Asean (SEAISI) dan Asosiasi Industri Besi dan Baja China (CISA). “Kami berharap akan ada kejelasan setelah pertemuan nanti. Bagaimana pernyataan resmi mereka dan bagaimana rencana mereka sebenarnya,” kata Hidayat. 

More From Makro Ekonomi

  • Ambisi Tito Lampaui Aset Perbankan

    13:34 WIB

    "Hidup itu harus ada target. Setelah tembus Rp6.000 triliun, kami harap market cap bisa melampaui aset perbankan," ucap Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, Kamis (23/3).

  • PPRO Garap Kertajati

    13:28 WIB

    PT PP Properti Tbk. melalui kerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development akan mengembangkan kawasan bisnis seluas 300 hektare di kawasan Bandar Udara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat

  • Bisnis Indonesia Edisi Cetak Senin, 27 Maret 2017 Seksi Market

    01:48 WIB

    Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Senin, 27 Maret 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

News Feed

  • Daerah Fasilitasi Angkutan Daring

    Kamis, 30 Maret 2017 - 09:43 WIB

    Sejumlah daerah menyiapkan aturan tentang angkutan umum berbasis online atau daring sebagai langkah penyesuaian terhadap revisi Peraturan Menteri Perhubungan No. 32 Tahun 2016.

  • AKSI KORPORASI: BJBR Tebar Dividen Rp862,9 Miliar

    Kamis, 30 Maret 2017 - 09:36 WIB

    PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR) menyetujui pembagian dividen Rp862,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tahun buku 2016.

  • Perppu Dibawa ke OECD

    Kamis, 30 Maret 2017 - 08:56 WIB

    Pemerintah akan berkonsultasi dengan OECD sebelum mengesahkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang terkait dengan pertukaran informasi secara otomatis. Langkah itu diharapkan menghindarkan Indonesia dari label non-cooperative jurisdictions.

  • Tbk. itu Terbuka

    Kamis, 30 Maret 2017 - 08:03 WIB

    Segala sesuatu yang maujud di muka bumi ini, pasti memiliki keteraturan aktivitas yang disebut sebagai hukum alam alias sunatullah. Dalam Islam, sunatullah dibagi menjadi dua yakni sunatullah yang bersifat terpaksa (karhan) dan sunatullah yang bersifat sukarela (tauan).

  • KA Bandara Cengkareng pun Tiba

    Kamis, 30 Maret 2017 - 07:54 WIB

    KA Bandara Cengkareng pun Tiba

Load More