Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 25 Maret 2017
BAJA JENIS LONG PRODUCT

Pasar RI Terpengaruh

Demis Rizky Gosta Selasa, 21/03/2017 08:32 WIB
Baja ringan

JAKARTA — Pelonjakan produksi baja China menahan laju kenaikan harga baja jenis long product di Indonesia Data Worldsteel Association menunjukkan produksi baja dunia
naik 7% dari 127,56 juta ton pada Januari 2016 menjadi 136,51 juta ton pada Januari 2017.

Laju kenaikan produksi baja pada Januari lebih tajam dibandingkan dengan kenaikan produksi baja sepanjang 2016 yang cuma 0,8%. Peningkatan yang lebih tajam juga terjadi pada volume produksi baja China. Produsen baja di Negeri Panda memproduksi 67,2 juta ton baja pada Januari 2017 atau lebih tinggi 7,43% dibandingkan dengan produksi 62,56 juta ton baja pada Januari 2016. Produksi baja China cuma naik 1,2% sepanjang 2016.

Wakil Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) Dadang Danusiri mengatakan per gerakan produksi baja global paling berpengaruh terhadap pasar produk baja kategori long product. Dia menjelaskan mayoritas pabrik baja di dunia, termasuk di Indonesia, memproduksi baja kategori long product. Sekitar 90% dari bahan baku pabrik baja profi l dan tulangan di Tanah Air adalah billet yang diimpor dari China.

“Harga billet ini tergantung dengan harga baja di China. Di Indonesia juga terpengaruh oleh pemain-pemain kecil yang memproduksi baja dari scrap,” kata Dadang kepada bisnis, Senin (20/3). Dadang mengungkapkan harga baja kategori long product saat ini sekitar 15% tinggi lebih tinggi dibandingkan harga Maret tahun lalu. Harga baja, jelasnya, bergerak naik seiring dengan kenaikan permintaan dan biaya produksi.

Biaya produksi baja bergerak naik didorong kenaikan harga bijih besi, batu bara kokas (coking coal), dan energi. Dia mengatakan kenaikan harga baja ka tegori long product lebih landai dibandingkan dengan kenaikan harga baja ka tegori fl at product yang saat ini sudah lebih mahal 30% dibandingkan dengan tahun lalu. Laju kenaikan harga berbeda karena hanya sedikit produsen global yang mem produksi baja kategori fl at product.

Di Indonesia, cuma ada lima produsen yang menghasilkan baja jenis tersebut. “Flat product ini pasokannya terbatas, secara global maupun di Indonesia. Ke naikannya lebih tajam dibandingkan ka tegori long product,” kata Dadang.

LANGGAR KOMITMEN

Ketua IISIA Hidayat Triseputro menga takan kenaikan produksi China pada awal 2017 bertentangan dengan komitmen negara tersebut untuk mengurangi volume produksi.
Dia menjelaskan kenaikan harga baja dalam beberapa bulan terakhir adalah buah dari kebijakan China yang membatasi ekspor baja, terutama produk baja setengah jadi.

“Sehingga harga baja naik cukup signifi kan. Itu yang kami harapkan karena harga sebelumnya sangat tidak normal atau unfair price,” katanya. Dia mengatakan permasalahan
tersebut akan dibicarakan akhir bulan ini dalam pertemuan antara Asosiasi Industri Besi dan Baja Asean (SEAISI) dan Asosiasi Industri Besi dan Baja China (CISA). “Kami berharap akan ada kejelasan setelah pertemuan nanti. Bagaimana pernyataan resmi mereka dan bagaimana rencana mereka sebenarnya,” kata Hidayat. 

More From Makro Ekonomi

  • Berlomba Rilis Produk Anyar

    08:52 WIB

    Industri reksa dana yang bergairah membuat sejumlah manajer investasi percaya diri menerbitkan produk anyar. Sepanjang pekan ini saja, ada tiga produk reksa dana terbuka yang meluncur ke pasar

  • Penawaran Oversubscribe 4 Kali

    08:46 WIB

    Pemerintah Indonesia dikabarkan mendapatkan respons positif dari para investor terhadap rencana penerbitan surat berharga syariah negara (SBSN) global senilai US$3 miliar

  • Kontrak Baru Melaju di Awal Tahun

    08:23 WIB

    Realisasi kontrak baru yang dibukukan oleh sejumlah BUMN konstruksi relatif tinggi pada akhir Februari hingga pertengahan Maret 2017 setelah mendapatkan kontrak proyek yang sempat tertunda sejak 2016.

  • PTBA Incar 5 Perusahaan

    08:10 WIB

    PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi.

News Feed

  • MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI: Mari Belajar Berhenti Sejenak

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 08:30 WIB

    Polda Bali sampai mengerahkan sebanyak 5.600 personil untuk mengamankan setiap jengkal pulau yang baru saja dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia versi Tripadvisor ini. Tujuannya, agar selama proses penyepian yang akan berlangsung sejak Selasa (28/3) pukul 05.00 Wita hingga Rabu (29/3) pukul 05.00 Wita berlangsung aman

  • Hary Tanoe Makin Gencar Main Properti

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:48 WIB

    Taipan Hary Tanoesoedibjo melalui kelompok usaha Grup MNC makin gencar bermain di sektor properti setelah bisnis utamanya di media massa

  • Pertanian Masih Jadi 'Anak Tiri'

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 07:36 WIB

    Sektor pertanian masih seperti anak tiri apabila dibandingkan dengan sektor lain di mata industri perbankan. Hal itu terlihat dari alokasi kredit ke sektor pertanian yang baru berkisar 6,75% dari total kredit perbankan

  • OPINI BISNIS INDONESIA: RCEP dan Kesepakatan Akses Pasar

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 06:05 WIB

    Pembahasan kesepakatan kerja sama RCEP sampai saat ini terus berlanjut dan cukup alot. RCEP sebagai upaya Asean mengharmonisasi sejumlah aturan perdagangan dengan enam mitra dagang Asean ditantang dapat menghasilkan nilai ekspektasi tinggi kedua belah pihak, terutama bagi Indonesia

  • EDITORIAL BISNIS INDONESIA: Berharap dari Komitmen Kedaulatan Pangan

    Sabtu, 25 Maret 2017 - 05:54 WIB

    Dalam sebuah orasinya di tengah ratusan petani, seorang gubernur di Pulau Jawa pernah berujar bahwa pada masa yang akan datang peperangan bukanlah kontak fisik dan angkat senjata, melainkan perang pangan

Load More