Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 26 April 2017
EKONOMI CHINA

Tarif Pajak Dipangkas

Yustinus Andri DP Jum'at, 21/04/2017 02:00 WIB
China memutuskan untuk menurunkan tarif pajaknya bagi korporasi maupun individu. Kebijakan itu diambil untuk memacu pertumbuhan ekonomi domestik, terutama konsumsi dalam negeri.

Pembaca yang budiman, untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus LOGIN dengan menggunakan BisnisID. Bagi yang belum memiliki BisnisID, silakan Mendaftar.

More From Makroekonomi

  • PENERIMAAN CUKAI: DPR Dorong Ekstensifikasi

    02:00 WIB

    Parlemen terus mendorong Pemerintah untuk menuntaskan kajian potensi obyek cukai baru seperti kantong plastik, minuman berpemanis mengandung gula dan bahan bakar minyak (fuel surchage) dalam tenggat waktu 2 bulan.Heri Gunawan, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Gerindra, menuturkan penerimaan cukai selama ini masih terbatas pada tiga objek cukai yakni cukai hasil tembakau, etil alkohol, dan minuman mengandung etil alkohol sehingga membatasi potensi penerimaan.

  • Pembiayaan ADB: Pendanaan Tembus Rekor Tertinggi 50 Tahun

    02:00 WIB

    Nilai pendanaan yang dikeluarkan oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) berhasil menembus US$30 miliar pada 2016. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak 50 tahun terakhir.

  • POTONGAN PAJAK AS: Perekonomian Indonesia Tak Terpengaruh

    02:00 WIB

    Perekonomian Indonesia dan beberapa negara di kawasan Asia diprediksi tidak akan begitu terpengaruh rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam merealisasikan sejumlah janji yang diusungnya selama kampanye.Presiden Trump sendiri berjanji akan mengumumkan garis besar gambaran kebijakan pajaknya tersebut pada Rabu (26/4). Namun, rencana AS tersebut telah berkembang sejak pekan lalu.Senior Ekonom Standard Chartered Aldian Taloputra menilai wacana kebijakan Presiden Trump ini memiliki risiko terhadap perekonomian AS.

  • PENERIMAAN NEGARA: Pemangkasan Belanja Dihindari

    02:00 WIB

    Pemerintah menjanjikan tidak akan mengulangi aksi pemangkasan belanja utama seperti tahun lalu. Komitmen tersebut didasarkan pada proyeksi pendapatan negara yang sejalan dengan target menyusul prospek ekonomi yang lebih baik.Tahun lalu, pemerintah memotong sekitar alokasi belanja sekitar Rp133 triliun dalam APBN guna menahan defisit anggaran pada batas 3%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan bahwa pemerintah akan mengalokasikan kembali sejumlah anggaran belanja ke daerah-daerah yang produktif atau daerah yang dapat mendukung pertumbuhan, termasuk di antaranya anggaran untuk pembebasan lahan untuk proyek-proyek infrastruktur.

Berita Terkini Lainnya:


Load More