Navigasi Bisnis Terpercaya

Senin 24 April 2017

LAPORAN DARI WASHINGTON: Perbankan di Negara Berkembang Masih Rentan

Galih Kurniawan Jum'at, 21/04/2017 02:00 WIB
International Monetary Fund menilai industri keuangan khususnya perbankan di negara berkembang masih rentan terdampak ketidakpastian ekonomi global."Memang ada progres yang baik di negara berkembang, tetapi kerentanan masih ada, khususnya dampak dari kondisi perekonomian negara bekembang," ujar Tobias Adrian, Konselor Finansial/Direktur Moneter Capital Markets Department IMF saat memaparkan Global Financial Stability Report di Washington D.C., Rabu (19/4).

Pembaca yang budiman, untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus LOGIN dengan menggunakan BisnisID. Bagi yang belum memiliki BisnisID, silakan Mendaftar.

More From Makroekonomi

  • SPT PAJAK: Kepatuhan Pelaporan Belum Memuaskan

    14:23 WIB

    Realisasi pelaporan Surat Pemberitahuan atau SPT pajak hingga sehari menjelang penutupan pelaporan SPT wajib pajak orang pribadi hanya naik tipis yakni 3,52% secara tahunan.

  • Tarif Pajak Dipangkas

    02:00 WIB

    China memutuskan untuk menurunkan tarif pajaknya bagi korporasi maupun individu. Kebijakan itu diambil untuk memacu pertumbuhan ekonomi domestik, terutama konsumsi dalam negeri.

  • DAYA BELI TURUN: PDB Kuartal I di bawah Ekspektasi

    02:00 WIB

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/ 2017 diprediksi lebih rendah dari ekspektasi akibat tertekannya daya beli masyarakat setelah penyesuaian harga barang dan jasa yang diatur pemerintah antara lain tarif listrik golongan 900 VA dan perizinan STNK. Dalam paparan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal pertama tahun ini berpotensi sedikit melambat yang tercermin dari pertumbuhan penjualan eceran dan motor yang menurun. Direktur Eksekutif Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola BI Dody Budi Waluyo mengatakan penyesuaian harga barang dan jasa yang diatur pemerintah juga ikut mempengaruhi karena kenaikan inflasi juga berisiko menekan daya beli secara riil.

  • 7-DRR Bertahan 4,75% : BI Waspadai Risiko Global & Domestik

    02:00 WIB

    Suku bunga acuan Bank Indonesia yang disebut 7 Day Repo Rate sebesar 4,75% tetap bertahan sejak ditetapkan bank sentral pada Oktober 2016. Keputusan itu merupakan antisipasi bank sentral terhadap perkembangan global dan domestik.Keputusan mempertahankan level 7 Day Repo Rate (7-DRR) diambil dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18 April dan 20 April. Keputusan ini sejalan dengan survei Bisnis terhadap sejumlah ekonom yang meyakini belum ada alasan bagi BI untuk mengubah suku bunga acuan tersebut.Sementara itu, Suku bunga Deposit Facility (DF) tetap 4% dan Lending Facility (LF) tetap 5,5% berlaku efektif sejak 21

Berita Terkini Lainnya:


Load More