Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 25 Mei 2017

Kritik Berkelas ala GM Sudarta

Dika Irawan Sabtu, 20/05/2017 02:09 WIB
Bila seorang pengamat mengkritik penindasan melalui tulisan dan argumen yang cukup serius, maka Gerardus Mayela Sudarta atau akrab disapa dengan GM Sudarta, justru membangun kesadaran publik tentang suatu peristiwa dengan cara yang jenaka.

Pembaca yang budiman, untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus LOGIN dengan menggunakan BisnisID. Bagi yang belum memiliki BisnisID, silakan Mendaftar.

More From Weekend - Art & Culture

  • Kritik Berkelas ala GM Sudarta

    02:09 WIB

    Bila seorang pengamat mengkritik penindasan melalui tulisan dan argumen yang cukup serius, maka Gerardus Mayela Sudarta atau akrab disapa dengan GM Sudarta, justru membangun kesadaran publik tentang suatu peristiwa dengan cara yang jenaka.

  • Nenek Moyangku Seorang Pelukis

    02:09 WIB

    Belum lama ini, delapan seniman melanjutkan kembali kebiasaan nenek moyang untuk membuat gambar cadas. Menggunakan bahan modern, para seniman ini menghadirkan karya gambar cadas yang biasa tergores pada dinding gua praserjah sesuai dengan penafsiran masing-masing. Delapan seniman yang berpartisipasi dalam pameran bertajuk Wimba Kala yang dihelat di Gedung A, Galeri Nasional hingga pertengahan Mei ini membuktikan bahwa bidang arkeologi dan seni rupa dapat berjalan beriringan.

  • Riwayat Gambar Cadas

    02:09 WIB

    Perubahan zaman terbukti tidak kemudian menggerus artefak-artefak yang menjadi penanda kehidupan pada masa lalu. Beberapa peninggalan manusia prasejarah yang masih dapat ditemukan berupa gambar cadas. Gambar cadas adalah gambar yang dibuat oleh manusia prasejarah pada permukaan batu yang keras, yang diwujudkan dalam bentuk lukisan, goresan, maupun cukilan. Gambar cadas yang ditemukan di Tanah Air biasanya berbentuk cap-cap telapak tangan, figus manusia, binatang, perahu dan garis-garis geometris.

  • Cannabis di Tangan Tommy Tanggara

    02:09 WIB

    Di Indonesia, cannabis atau ganja identik dengan barang haram. Namun, di tangan seniman Tommy Tanggara, para pencinta seni mendapatkan sisi positif dari barang yang pernah menjadi simbol kaum hippies yang pernah merajai Amerika Serikat pada era 1960--1970.

Berita Terkini Lainnya:


Load More