Navigasi Bisnis Terpercaya

Kamis 29 Juni 2017

PEMBAHASAN RUU PEMILU : Menanti Sampai Juli

John A. Oktaveri & Rio Sandy Pradana Selasa, 20/06/2017 02:00 WIB
JAKARTA — Forum lobi Panitia Khusus Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum gagal mencapai titik temu dalam pembahasan lima isu krusial terutama yang menyangkut ambang batas calon presiden dan calon wakil presiden.

Pembaca yang budiman, untuk dapat mengakses konten ini, Anda harus LOGIN dengan menggunakan BisnisID. Bagi yang belum memiliki BisnisID, silakan Mendaftar.

More From Varia

Berita Terkini Lainnya:


  • China Lirik Pembangkit Listrik di Kualanamu

    Jum'at, 23 Juni 2017 - 02:09 WIB

    Investor asal China, China Energy Engineering Group Guangdong Electric Power Design Co. Ltd menyatakan siap membangun pembangkit listrik di Kawasan Industri Kualanamu, Sumatera Utara. Dalam waktu dekat, perusahaan akan melakukan studi kelayakan.

  • 5 Kawasan Industri Masuk Proyek Strategis

    Jum'at, 23 Juni 2017 - 02:09 WIB

    Pemerintah menambahkan pengembangan lima kawasan industri ke dalam daftar proyek strategis nasional. Kelima kawasan industri itu merupakan kawasan industri di Gresik, Dumai, Tanjung Buton, Tanah Kuning, dan Wilmar Serang.

  • Iklim Usaha Lesu, Pendapatan Sopir Turun

    Jum'at, 23 Juni 2017 - 02:09 WIB

    Dalam beberapa tahun terakhir, iklim usaha industri truk logistik dalam negeri lesu karena banyak pabrik yang memangkas biaya jasa transportasi. Hal itu berimbas pada menurunnya penghasilan pengemudia truk.

  • LELANG GULA RAFINASI : Ditunda Lagi

    Jum'at, 23 Juni 2017 - 02:00 WIB

    JAKARTA ? Pemerintah kembali menunda pelaksanaan lelang gula kristal rafinasi setelah tahapan simulasi sebelumnya dijadwalkan akan bergulir pada awal Juli 2017.

  • KINERJA PERBANKAN : Berharap Pada Komisi

    Jum'at, 23 Juni 2017 - 02:00 WIB

    Pertumbuhan laba bersih perbankan terus menunjukkan peningkatan sejak awal tahun, terutama didorong oleh peningkatan efisiensi dan pertumbuhan pendapatan berbasis komisi.

Load More