Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 24 Juli 2019

KAPAL RAKSASA: Selain Priok, CMA-CGM Incar Dua Pelabuhan

Abdul Rahman Selasa, 25/04/2017 02:00 WIB
Perusahaan pelayaran asal Perancis CMA-CGM mulai mengincar pelabuhan lain setelah berhasil menyandarkan beberapa kapal berukuran besar di Pelabuhan Tanjung Priok.
Untuk melanjutkan membaca, silahkan berlangganan dengan menggunakan BisnisID Berlangganan Sekarang Anda juga bisa berlangganan secara korporat dengan jumlah user sesuai kebutuhan dalam satu perusahaan, organisasi/asosiasi atau lembaga pendidikan. Untuk info lebih detail, kontak kami di cs-epaper@bisnis.com

More From Transportasi & Logistik

  • KENDARAAN LISTRIK : Pengusaha Otobus Butuh Kepastian

    02:00 WIB

    Bisnis, JAKARTA – Sejumlah pengusaha otobus mempertanyakan payung hukum dan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik hulu ke hilir dari pemerintah, bila hendak terlibat lebih serius dalam proyek pengembangan kendaraan ramah lingkungan ini.

  • FASILITAS VULKANISIR BAN PESAWAT : GMF AeroAsia Tanam US$10 Juta

    02:00 WIB

    Bisnis, JAKARTA – PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk., anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, memperkirakan bahwa nilai investasi pendirian fasilitas vulkanisir ban pesawat di dalam negeri mencapai US$10 juta atau sekitar Rp138,9 miliar.nVice President Corporate Communication GMF AeroAsia Fidiarta Andika mengatakan, pendirian fasilitas tersebut akan menggandeng Batam Aero Teknik (BAT), anak usaha Lion Air Group, dan salah satu pabrikan ban pesawat asing yang belum bisa dipublikasikan namanya. nFasilitas tersebut akan memberikan lapangan kerja di dalam negeri dan efek pengganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional. “Estimasi investasinya sekitar US$10 juta. Saat ini kami masih membahas mengenai rencana bisnis dengan mitra,” katanya kepada Bisnis, Selasa (23/7).nDia menambahkan, rencana bisnis tersebut akan menjadi pedoman bagi ketiga pihak tersebut. Adapun, isinya mencakup kontribusi investasi, pemegang saham, besaran produksi dan target pasar, pasokan bahan baku, hingga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.nPihaknya juga belum membahas mengenai pasokan karet yang akan dibutuhkan. Adapun, pemerintah berharap fasilitas vulkanisir ban tersebut bisa membeli dari petani karet dalam negeri untuk meningkatkan harga pasar.nAndika menyebut, industri yang tergolong padat karya ini akan mengandalkan teknologi yang sudah dimiliki oleh pabrikan ban pesawat yang menjadi mitra. Sementara itu, GMF maupun BAT akan menjadi pemasok sumber daya manusia dan maskapai pelanggan.nSecara terpisah, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menilai, pendirian fasilitas vulkanisir ban pesawat yang sedang dijajaki oleh GMF dan BAT bisa meringankan biaya perawatan bagi maskapai nasional. nWacana tersebut muncul saat rapat koordinasi evaluasi kebijakan harga tiket pesawat di Kemenko Perekonomian, Senin (22/7).n“Selama ini, vulkanisir ban pesawat dilakukan di Thailand, maskapai melakukan pengiriman dulu ke sana. Mengapa tidak dilakukan di sini saja, bisa menguntungkan petani karet juga,” kata Susiwijono.nPemerintah sedang gencar mencari upaya untuk membuat maskapai dalam negeri bisa beroperasi dengan efisien melalui skema rencana jangka menengah panjang. Pendirian beberapa fasilitas penunjang perawatan pesawat menjadi salah satu opsi untuk menekan biaya operasional maskapai.nGMF sendiri berharap pembangunan fasilitas vulkanisir ban pesawat bisa dilakukan pada 2020. Menurut Fidiarta, fasilitas tersebut dapat memberikan keuntungan bagi maskapai nasional.n“Diskusi antarpihak masih berjalan. Kami berharap tahun ini sudah bisa menyepakati rencana bisnis dan menjalin kesepakatan joint venture. Jadi, groundbreaking bisa dilakukan pada tahun berjalan [2019] atau paling lambat pada 2020,” katanya. nDia menambahkan, vulkanisir ban pesawat akan dibangun di lokasi yang baru atau terpisah dengan fasilitas perawatan yang sudah ada (existing). Fasilitas vulkanisir memiliki karakteristik dan peralatan yang berbeda jauh dengan fasilitas perawatan pesawat milik GMF sebelumnya.nPihaknya belum bisa menjanjikan tarif jasa vulkanisir ban bakal lebih rendah dibandingkan dengan fasilitas di luar negeri. Sebab, perkiraan tarif tersebut bergantung pada perhitungan modal maupun biaya produksi di dalam negeri yang disesuaikan dengan kemampuan serapan pasar. nAkan tetapi, lanjutnya, dapat dipastikan maskapai yang menggunakan jasa vulkanisir ban di dalam negeri bisa memangkas biaya pengiriman ke luar negeri. Selama ini, maskapai melakukan vulkanisir ban pada fasilitas yang berada di Thailand. (Rio Sandy Pradana)n

  • PELABUHAN TARAKAN : Alur Pelayaran Akan Dimonitor

    02:00 WIB

    Bisnis, TARAKAN – Penyelenggaraan pelayaran di Pelabuhan Tarakan, Kalimantan Utara, untuk alur masuk maupun alur keluar, akan dimonitor dan diatur lalu lintasnya melalui Vessel Traffic Service (VTS) Tarakan.

  • PENERBANGAN BERBIAYA RENDAH : Tiket Murah Dibuka Seminggu Penuh

    02:00 WIB

    Bisnis, JAKARTA – Pemerintah tengah mengkaji penerapan harga tiket murah kepada maskapai LCC dari semula hanya 3 hari seminggu diperluas menjadi seminggu penuh, tanpa ada kategori pembatasan jam penerbangan.

Berita Terkini Lainnya:


  • PASAR KENDARAAN NIAGA : Indonesia Lanjutkan Ekspor Bus

    PASAR KENDARAAN NIAGA : Indonesia Lanjutkan Ekspor Bus

    Rabu, 24 Juli 2019 - 02:00 WIB

    Selain mengapalkan truk medium Dutro, Hino Motors mengekspor sasis bus 4 roda berstandar Euro 4 ke Filipina. Sementara itu, perusahaan karoseri Laksana akan mengapalkan 10 unit Legacy SR2 Double Decker ke Bangladesh.

  • PASAR EKSPOR MOBIL : Asean MRA Perlu Dituntaskan

    PASAR EKSPOR MOBIL : Asean MRA Perlu Dituntaskan

    Rabu, 24 Juli 2019 - 02:00 WIB

    Pelaku otomotif berharap Asean Mutual Recognition Arrangement (MRA) segera dituntaskan untuk menunjang peningkatan ekspor produk otomotif. Pemerintah menyatakan pembahasan kerja sama itu telah memasuki finalisasi dan akan ditandatangani pada September 2019.

  • MODEL BARU : Percaya Diri dengan Eclipse Cross

    MODEL BARU : Percaya Diri dengan Eclipse Cross

    Rabu, 24 Juli 2019 - 02:00 WIB

    Di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, Mitsubishi Motors memperkenalkan tiga model barunya. Satu di antaranya adalah Eclipse Cross. Mobil tipe sport utility vehicle ini cukup banyak menarik perhatian pengunjung.n

  • SERTIFIKASI KELAPA SAWIT : ISPO di Kebun Rakyat Masih Minim

    SERTIFIKASI KELAPA SAWIT : ISPO di Kebun Rakyat Masih Minim

    Rabu, 24 Juli 2019 - 02:00 WIB

    Bisnis, JAKARTA – Capaian sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan atau Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk kebun milik petani rakyat masih rendah yakni 0,1%. Padahal area sawit milik petani rakyat mencakup 45% dari total luas kebun sawit di Indonesia yang mencapai 14 juta hektare (ha).

  • KINERJA SEKTOR KEHUTANAN : Potensi Ekspor Moulding Capai US$1,7 miliar

    KINERJA SEKTOR KEHUTANAN : Potensi Ekspor Moulding Capai US$1,7 miliar

    Rabu, 24 Juli 2019 - 02:00 WIB

    Bisnis, JAKARTA – Pelaku Industri kehutanan memperkirakan nilai ekspor kayu bentukan atau moulding dapat mencapai US$1,17 miliar pada tahun ini seiring dengan meningkatnya kinerja produksi hutan alam.

Load More
Top