Navigasi Bisnis Terpercaya

Rabu 22 Mei 2019

Petaka di Balik Aktivitas Tambang, Mengapa Terus Berulang?

Heri Faisal Jum'at, 24/11/2017 02:00 WIB
Dua hari pascabencana banjir dan longsor di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, dalam rapat koordinasi tanggap darurat, awal Maret lalu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menduga penyebab utama bencana adalah aktivitas tambang galian C di daerah itu.
Untuk melanjutkan membaca, silahkan berlangganan dengan menggunakan BisnisID Berlangganan Sekarang Anda juga bisa berlangganan secara korporat dengan jumlah user sesuai kebutuhan dalam satu perusahaan, organisasi/asosiasi atau lembaga pendidikan. Untuk info lebih detail, kontak kami di cs-epaper@bisnis.com

More From Laporan Khusus

  • POLEMIK CUKAI KEMASAN : Solusi Kreatif Atasi Sampah Plastik

    02:00 WIB

    Regulasi pengenaan cukai plastik masih saja mengambang, kendati periode pemerintahan akan berakhir dalam hitungan bulan. Padahal, kemasan plastik masuk ke dalam APBN 2019 soal Barang Kena Cukai.

  • RASTER : Belajar Diet Sampah Plastik dari Bitung

    02:00 WIB

    Di Kota Bitung, Sulawesi Utara, pemandangan kaum muda membawa botol minum saat bepergian merupakan hal yang yang lumrah. Bahkan, para aparatur sipil negara (ASN) kerap menenteng tumbler saat acara resmi.

  • KEPALA BPJT DANANG PARIKESIT : “Investasi Tol Masih Sangat Menarik”

    02:00 WIB

    Bisnis, JAKARTA – Jalan tol tidak hanya berfungsi memperlancar distribusi barang dan jasa dari satu daerah ke daerah lainnya tetapi juga bisa berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui konsep pengembangan kawasan, dan modernisasi jalan tol. Tugas itu layak dibebankan kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) selaku lembaga yang berwenang mengatasi berbagai hambatan pembangunan dan pengembangan jalan tol di Tanah Air. Untuk mengetahui lebih dalam strategis yang dijalankan badan itu, Bisnis berkesempatan mewawancarai Kepala BPJT Danang Parikesit. Berikut petikannya:

  • RASTER : Tugas Berat Menggusur Lahan Milik Atasan

    02:00 WIB

    Penggusuran lahan untuk pembangunan infrastruktur sudah menjadi hal yang lumrah di mata masyarakat. Namun, bagaimana jadinya jika yang harus tergusur ialah tempat tinggal dari pimpinan di kementerian yang berwenang dalam pembangunan infrastruktur itu sendiri?

Berita Terkini Lainnya:


Load More