Navigasi Bisnis Terpercaya

Selasa 26 Maret 2019

JALAN TOL LAYANG JAKARTA - CIKAMPEK : Akhir 2018 Progres Capai 80%

Rivki Maulana Sabtu, 28/07/2018 02:00 WIB
JAKARTA -- PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan progres konstruksi proyek jalan tol layang Jakarta - Cikampek atau Japek II Elevated bisa mencapai 80% di akhir 2018. Waskita Karya selaku salah kontraktor mengusulkan penyediaan jalur khusus untuk mempercepat pekerjaan proyek.
Untuk melanjutkan membaca, silahkan berlangganan dengan menggunakan BisnisID Berlangganan Sekarang Anda juga bisa berlangganan secara korporat dengan jumlah user sesuai kebutuhan dalam satu perusahaan, organisasi/asosiasi atau lembaga pendidikan. Untuk info lebih detail, kontak kami di cs-epaper@bisnis.com

More From Industri

  • PASAR DALAM NEGERI : Mengulik Bisnis Rokok Elektrik

    02:00 WIB

    World Helath Organization (WHO) merilis penelitian pada tahun lalu yang menunjukkan bahwa ada 23,25% dari total penduduk Indonesia atau 61,4 juta merupakan perokok. Namun demikian, industri rokok mulai mengalami penurunan baik dari sisi jumlah pengusaha maupun volume industri.

  • NERACA DAGANG : Banjir Impor Tekstil Mengancam

    02:00 WIB

    Bisnis, JAKARTA — Impor tekstil sepanjang tahun ini diperkirakan naik hingga 15% dengan adanya dua momentum yang mendorong kenaikan permintaan dalam negeri yakni pemilihan umum dan Lebaran. Industri pun meminta pemerintah turun tangan untuk melindungi industri dari serangan impor.

  • SENTRA INDUSTRI LOGAM : IKM Masuk Rantai Pasok Otomotif

    02:00 WIB

    Bisnis, KLATEN – Sentra industri kecil menengah (IKM) logam kini memiliki harapan baru setelah pemerintah berkomitmen melakukan penguatan agar mereka tidak tertinggal dalam era Industri 4.0, menyusul sentra Ceper yang berhasil masuk rantai pasok PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

  • KAPASITAS PRODUKSI : Oversupply Semen Diprediksi Menyusut

    02:00 WIB

    Bisnis, JAKARTA – Tingkat kelebihan pasokan alias oversupply semen dalam negeri diperkirakan menyusut. Hal ini terjadi seiring kondisi industri yang mengurangi minat pembangunan fasilitas produksi baru ke depan.

Berita Terkini Lainnya:


Load More