Navigasi Bisnis Terpercaya

Jum'at 22 Februari 2019

PENJUALAN OBLIGASI RITEL : ORI015 Bantu Pengelolaan Biaya Dana

Ilman A. Sudarwan dan Ipak Ayu H. Nurcaya Sabtu, 27/10/2018 02:00 WIB
JAKARTA — Bank mitra mencatatkan angka pemesanan Obligasi Ritel Negara atau ORI dengan seri ORI015 yang cukup mengesankan. Kendati tidak mendapatkan keuntungan besar dari sisi pendapatan non bunga, instrumen tersebut memberi angin segar dalam pengelolaan biaya dana perbankan.
Untuk melanjutkan membaca, silahkan berlangganan dengan menggunakan BisnisID Berlangganan Sekarang Anda juga bisa berlangganan secara korporat dengan jumlah user sesuai kebutuhan dalam satu perusahaan, organisasi/asosiasi atau lembaga pendidikan. Untuk info lebih detail, kontak kami di cs-epaper@bisnis.com

More From Finansial

  • STRATEGI PERBANKAN : BTPN Naik Kelas pada 2021

    02:00 WIB

    JAKARTA — PT Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk. (BTPN) memutuskan untuk menahan laba perseroan tahun lalu, dengan tujuan naik kelas ke kelompok bank umum kelompok usaha (BUKU) IV dengan modal inti lebih dari Rp30 triliun.\n\n

  • AKSI KORPORASI : Akuisisi Pantik Laju Saham BUMN

    02:00 WIB

    Serangkaian akuisisi yang akan dan telah dieksekusi emiten BUMN turut berimplikasi terhadap laju saham di pasar modal. Meski secara fundamental belum dapat dipastikan mampu mengerek kinerja keuangan ke depan, setidaknya aksi korporasi itu mendongkrak pergerakan sejumlah emiten pelat merah di lantai bursa.

  • ASURANSI BENCANA : Engineering Fee Tekan Sesi Wajib ke Maipark

    02:00 WIB

    JAKARTA – Penurunan jumlah premi asuransi gempa yang wajib disesikan oleh pelaku asuransi kerugian kepada PT Reasuransi Maipark Indonesia dinilai sangat erat kaitannya dengan hadirnya problem biaya tambahan akuisisi atau engineering fee yang mengemuka dalam 3 tahun terakhir.

  • PEILU 2019 : Laju Emisi Obligasi Korporasi Tertahan

    02:00 WIB

    JAKARTA—Proses pemilu tahun ini diharapkan tidak akan terlalu berlarut-larut sebab berpotensi menahan laju emisi surat utang korporasi lebih lama akibat momentum ketidakpastian yang menjadi lebih panjang.

Berita Terkini Lainnya:


Load More