Navigasi Bisnis Terpercaya

Sabtu 20 Juli 2019

SUARA PEMBACA : Menekan Risiko Musim Hujan

Moh. Fikri Dwi Cahyo Selasa, 27/11/2018 02:00 WIB
Wilayah Indonesia bisa dikatakan sudah memasuki musim hujan. Meskipun masih di tahap awal tetapi hujan deras yang berlangsung cukup lama mulai sering terjadi.
Untuk melanjutkan membaca, silahkan berlangganan dengan menggunakan BisnisID Berlangganan Sekarang Anda juga bisa berlangganan secara korporat dengan jumlah user sesuai kebutuhan dalam satu perusahaan, organisasi/asosiasi atau lembaga pendidikan. Untuk info lebih detail, kontak kami di cs-epaper@bisnis.com

More From Opini & Analisis

  • MATA UANG KRIPTO : Jalan Panjang Penerapan Libra

    02:00 WIB

    Kemunculan Libra ini sangat mudah dipahami, mengingat Facebook saat ini sudah digunakan untuk sarana interaksi sosial dan ekonomi. Pengguna yang berasal dari berbagai negara dan melakukan transaksi perdagangan dengan menggunakan mata uang berbeda, tentu akan menjadi potensi pasar bagi penggunaan mata uang yang sama melalui sarana digital (tokenisasi). Dengan potensi pengguna yang ada, Facebook sangat mampu untuk membuat mata uang tersendiri yang tidak tergantung mata uang digital lain

  • MATA UANG KRIPTO : Mengkalkulasi Risiko Libra Facebook

    02:00 WIB

    Gelombang penolakan terhadap rencana penerbitan mata uang kripto milik Facebook, Libra tampaknya masih belum menemukan titik akhir. Aplikasi besutan miliarder Mark Zuckerbeg ini terus menuai kecaman dari banyak pihak atas kontroversi yang telah ditimbulkan.

  • SUARA PEMBACA : Kota Baru Bagi Mahasiswa

    02:00 WIB

    Geliat properti kawasan Serpong seperti tak ada matinya. Meskipun banyak orang beranggapan berapa tahun terakhir bisnis properti sedang ‘tidak bisa berlari kencang’, tetapi kawasan ini seolah tetap mekar dan terisi.

  • KONTRIBUSI EKONOMI : Sektor Jasa, Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

    02:00 WIB

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2019 mencapai 5,07% (yoy), hanya naik tipis dibandingkan dengan kuartal II/2018 yang sebesar 5,06%. Stagnanya pertumbuhan disebabkan dua faktor utama. Pertama, ketidakpastian global yang masih terus berjalan. Kedua, mesin pertumbuhan, dalam hal ini sektor industri, yang mengalami perlambatan.

Berita Terkini Lainnya:


Load More
Top